translate

Showing posts with label Sunnah. Show all posts
Showing posts with label Sunnah. Show all posts

Sunday, June 16, 2013

40 Sunnah Rasul yang kelima

  1. "Hati orang mu'min itu diantara dua jari dari jari-jari (Allah) Yang Maha Pemurah". (HR. Muslim dari hadits Abdullah bin Am'r)
  2. "Hajar Aswad itu adalah kanan (tangan kanan) Allah di bumi". (HR. Al Hakim dari hadits Abdullah bin Umar)
  3. "Sesungguhnya saya mendapati diri (Allah) Yang Maha Pemurah dari sisi kanan". (HR. Ahmad dari hadits Abu Hurairah)
  4. "Ditanyakan : "Amal apakah yang lebih utama ?". Maka beliau SAW bersabda : "Islam" Lalu orang itu bertanya : "Islam apakah yang lebih utama?". Maka beliau SAW bersabda : "Iman". (HR. Ahmad dan Ath Thabrani dari hadits 'Amr bin 'Ambasah)
  5. "Keluar dari neraka orang yagn didalam hatinya itu terdapat seberat atom dari iman". (HR. Bukhari dan Muslim)
  6. "Seseorang tidaklah kafir kecuali setelah ia mengingkari apa yang telah diakuinya". (HR. Ath Thabrani dari hadits Abu Sa'id)
  7. "Sungguh akan menimpa kaum-kaum suatu tamparan dari neraka karena dosa-dosa yang mereka lakukan" (HR. Al Bukhari dari hadits Anas)
  8. "Ketika orang yang berzina itu berzina tidaklah ia dalam keadaan mu'min". (Muttafaq 'alaih dari hadits Abu Hurairah)
  9. "Iman itu bertambah dan berkurang". (HR. Ibnu Adly dalam Al Kamil)
  10. Beliau SAW ketika masuk kuburan mengucapkan : "Semoga kesejahteraan atasmu di kampung orang-orang mu'min, dan sungguh kami jika dikehendaki Allah akan menyusulmu". (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
  11. "Empat hal, barangsiapa yang padanya ada empat hal maka ia orang munafik yang murni meskipun ia puasa, shalat dan menduga bahwa ia seorang  mu'min, yaitu: orang yang apabila berbicara maka ia dusta, apabila berjanji maka ia menyelisihi, apabila dipercaya maka ia berkhianat, dan apabila bertengkar maka ia durhaka" (HR. Ahmad dari hadits Abu Sa'id)
  12. "Hati itu ada empat macam, yaitu : Hati yang masih kosong dan didalamnya terdapat pelita yang menerangi maka itulah hati orang mu'min, dan hati yang tertutup dengan lembaran yang di dalamnya terdapat iman dan nifaq. Perumpamaan iman padanya adalah seperti sayur-mayur yang dicukupi oleh air tawar, dan perumpamaan nifaq padanya adalah seperti luka yang dipenuhi oleh nanah dan nanah yang bercampur darah. Mana di antara kedua materi itu menang atasnya maka ia memututskan dengannya". (HR. Ahmad dan Ath Thabrani dari hadits Uqbah bin Amir)
  13. "Sebanyak-banyak munafiq ummat ini adalah orang-orang yang ahli membaca (Al Qur'an) dari ummat ini". (HR. Abu Ya'la, Ibnu Adi dan Ibnu Hibban dari hadits Abu Bakr,)
  14. "Orang-orang munafiq pada hari ini lebih banyak dari orang-orang munafiq pada masa Rasulullah SAW". (HR. Al Bukhari)
  15. Dan diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW duduk di sekelompok dari para shahabatnya lalu mereka menyebutkan seorang laki-laki, dan mereka banyak kali memujinya. Ketika mereka demikian itu, tiba-tiba seorang laki-laki itu muncul di mana di wajahnya menetes air dari bekas wudhu', ia telah menjinjing sandal dengan tangannya, di antara dua matanya terdapat bekas sujud; maka para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, ini adalah orang yang kami sifatkan". maka beliau SAW bersabda : "Saya melihat sentuhan Syaithan di wajahnya". Lalu laki-laki itu datang sehingga ia memberi salam dan duduk bersama kaum itu. Rasulullah SAW bersabda : "Saya bertanya kepadamu dengan nama Allah, apakah kamu katakan dirimu ketika kamu datang kepada kaummu bahwa dikalangan mereka tidak ada orang yang lebih baik dari pada kamu ?". Ia menjawab : "Ya". (HR. Ahmad, Al Bazzar dan Ad Daru Quthni dari hadits Anas)
  16. Dan Rsulullah SAW dalam doanya berkata : "Wahai Allah, sesungguhnya saya mohonn ampun kepadamu akan sesuatu yang saya ketahui dan sesuatu yang tidak saya ketahui". Lalu ditanyakan kepada beliau : "Apakah engkau takut wahai Rasulullah ?" Maka beliau bersabda : "Apakah yang mengamankan saya ? sedangkan hati itu diantara dua jari dari jari-jari Tuhan Yang Maha Pemurah, Dia balikkan bagaimana Dia kehendaki. Dan Allah yang Maha suci berfirman : (Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan) (Az Zumar : 47). (HR. Muslim dari hadits Aisyah)
  17. "Barangsiapa berkata 'saya mu'min' maka ia adalah orang kafir. Dan barangsiapa berkata 'saya alim (pandai) maka ia seorang yang bodoh". (HR. Ath Thabrani dari hadits Ibnu Umar)
  18. "Bersihlah kamu, karena Islam itu bersih". (HR. R. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadits Ali )
  19. "Suci adalah separoh dari iman". (HR. At Tirmidzi dan Muslim)
  20. Umar ra berkats : "Kami tidak mengenal wijikan pada masa Rasulullah SAW. Sapu tangan kami adalah lekuk-lekuk kaki kami, apabila kami makan daging maka kami  padanya". (HR. Ibnu Majah dari hadits Jabir)
  21. "Air itu dijadikan suci, tidak dinajiskan oleh sesuatu kecuali sesuatu yang merubah rasanya, atau rupa (warna)nya atau baunya". (HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah)
  22. Aisyah ra berkata: "Barang siapa berkata kepadamu bahwa Nabi SAW kencing dengan berdiri maka janganlah kamu membenarkannya!". (HR. At Tirmidzi dan An Nasa'i)
  23. Umar ra berkata : "Rasulullah SAW melihat saya di mana saya sedang kencing dengan berdiri maka beliau bersabda : "Hai Umar, janganlah kamu kencing dengan berdiri !" (HR. RI Ibnu Majah)
  24. Rasulullah SAW mengajar kami akan segala sesuatu sehingga bersuci dari berak, lalu beliau memerintahkan kami untuk tidak bersuci dari buang air besar/kecil dengan tulang dan kotoran/tinja. Dan beliau mencegah kami buang air besar dan kencing dengan menghadap kiblat". (HR. Muslim)
  25. "Sesungguhnya mulut-mulutmu itu adalah jalan Al Qur'an maka harumkanlah muut-mulut itu dengan bersugi". (HR.Abu Na'im dari hadits Ali dengan mauquf pada Ali)
  26. "Satu shalat yang mengiringi sugi adalah lebih utama dari pada tujuh puluh lima shalat tanpa bersugi". (HR.Abu Na'im dari hadits Ibnu Umar)
  27. "Seandainya tidak karena saya menyulitkan ummatku niscaya saya menyuruh mereka untuk bersugi pada setiap shalat". (HR.Mutafaq 'alaih dari hadits Abu Hurairah)
  28. "Tidak (suka) bagiku di mana kamu masuk kepadaku dengan gigi yang menguning, bersugilah !" yakni gigi yang kuning (karena kotoran)." (HR. Al Bazzar dan Al Baihaqi dari hadits Abbas bin Abdul Muthathalib, Dzul Baghawidari hadits Tarmambin Abbas, Al Baihaqi dari hadits Abdullah bin Abbas)
  29. "Rasulullah SAW selalu memerintah kami dengan bersugi sehingga kami menduga  bahwasanya akan turun sesuatu mengenai bersugi kepadanya". (HR.Ahmad)
  30. "Hendaklah kamu bersugi, karena sesungguhnya bersugi itu membersihkan mulut danmembuat ridha bagi Tuhan ." (HR.Al Bukhari dari hadits Aisyah)
  31. "Tidak ada wudhu' bagi orang yang tidak menyebut nama Allah Ta'ala". (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadits Sa'id bin Zaid)
  32. Dan diriwiyatkan bahwa perhiasan itu sampai ke tempat-tempat wudhu'. Dan ia memulai dengan tangan kanan dan membaca : "Wahai Allah , berikanlah catatanku pada tangan kananku, dan perhitungkanlah saya dengan perhitungan yang mudah." Dan ketika membasuh tangan kiri, ia membaca : "Wahai Allah sesungguhnya saya berlindung kepadaMu dari Engkau memberikan catatanku pada tangan kiriku atau dari belakang punggungku." Kemudian ia meratakan seluruh kepalanya dengan diusap dengan membasahi kedua tangannya dan menempelkan ujung jari-jari tangan kanannya dengan ujung-ujung jari-jari tangan kirinya, ia letakkankeduanya di bagian depan kepala dan menarik kedua tangannya sampai ketengkuk, kemudian ia kembalikan ke depan. Ini adalah satu usapan. Ia lakukan hal itu tiga kali, dan sambil membaca : "Wahai Allah, liputilah saya dengan rahmatMu, turunkanlah, kepadaku sebagian dari keberkahanMu, dan naungilah saya di bawah 'arasyMu pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganMu". Kemudian ia mengusap kedua telinganya, luar dan dalamnya dengan air yang baru, dengan memasukkan kedua telunjuknya di dalam lobang kedua telinganya dan ia putarkan dua ibu jarinya pada bagian luar telinganya. Kemudian ia letakkan telapak tangannya pada kedua telinga untuk berhati-hati. Dan ia mengulanginya tiga kali sambil membaca: "Wahai Allah, jadikanlah saya dari golongan orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaiknya. Wahai Allah, pendengarkanlah kepadaku penyeru syurga bersama orang-orang yang berbuat kebajikan".(HR. Bukhari dan Muslim)
  33. Kemudian ia mengusap tengkuk/ lehernya dengan air baru karena sabda Nabi SAW : "Mengusap tengkuk/ leher itu keamanan dari rantai/ belenggu pada hari Kiyamat". sambil ia membaca : "Wahai Allah lepaskanlah tengkukku /leherku dari rantai belenggu". Kemudian membasuh kedua kakinya, yang kanan tiga kali dan ia seling-selingi dengan tangan kiri dari bagian bawah jari-jari kaki kanan dan dimulai dari jari kelingking dari kiki kanan, dan diakhiri dengan jari kelingking dari kaki kiri, sambil membaca : "Wahai Allah, teguhkanlah telapak kakiku di atas shirathal mustaqim (jembatan yang lurus" pada hari telapak kaki-telapak kaki tergelincir ke dalam neraka". Ketika membasuh kaki kiri membaca : "Saya berlindung keapadaMu dari ketergelinciran telapak kakiku dari sirath (jembatan /titian) pada hari telapak kaki- telapak kaki orang-orang munafik tergelincir". Dan ia tinggikan air (dalam membasuh) sampai kepertengahan dua betis. Apabila ia telah selesai maka ia mengangkat kepalanya ke langit, dan membaca : "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri, tidak ada sekutu bagiNya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Maha Suci Engkau wahai Allah dan dengan memujiMu, tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Saya melakukan keburukan dan menganiaya diriku, saya mohon ampun kepadaMu wahai Allah dan say bertaubat kepadaMu maka ampunilah saya dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang . Wahai Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orangyang bertaubat dan jadikanlah saya termasuk orang-orang yang mensucikan diri (dari dosa-dosa) dan jadikanlah saya termasuk golongan hamba-hambaMu yang saleh. Jadikanlah saya sebagai hamba yang sabar dan bersyukur, dan jadikanlah saya ingat kepadaMu dengan banyak, dan saya Maha SucikanMu pagi dan sore". Dikatakan bahwa orang yang membaca ini setelah wudhu maka dicap wudhu'nya itu dengan sebuah stempel dan diangkat baginya dibawah 'arsy, dan senantiasalah wudhu' itu bertasbih kepada Allah Ta'ala dan mensucikanNya, dan ditulis baginya pahala hari itu sampai hari Kiyamat". (HR. Abu Manshur Ad Nailami)
  34. "Beliau SAW wudhu' dengan tiga kali (basuhan /usapan) dan beliau bersabda : "Barangsiapa menambah maka ia berbuat aniaya dan berbuat keburukan". (HR. Abu Dawud dan An Nasa'i dari riwayat 'Amr bin Syu'aib)
  35. Dan beliau bersabda : "Akan ada suatu kaum dari ummat ini yang melampaui batas dalam berdo'a dan bersuci". (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari hadits Abdullah bin Mughaffal )
  36. Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa berwudhu' lalu ia membaikkan wudhu'nya dan shalat dua reka'at dengan tidak berkata kepada dirinya dalam kedua reka'at itu dengan sesuatu dari dunia maka ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya". (HR. Ibul Mubarak dan kitab zuhud dan Raqaiq)
  37. Nabi SAW bersabda : "Maukah saya menceritakan kepadamu sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat? Yaitu menyempurnakan wudhu' dari hal-hal yang tidak disukai (makruh), melangkah telapak kaki-telapak kaki ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ikatan itu," tiga kali. (HR. Ibnu Majah dari hadits Ibnu Umar)
  38. "Beliau SAW wudhu' sekali-sekali dan belaiu bersabda : "Ini adalah wudhu" yang mana Allah tidak menerima shalat kecuali dengannya". Dan beliau wudhu' dua kali-dua kali, dan beliau bersabda : Allah memberikan pahalanya dua kali". Dan beliau wudhu' tiga kali-tiga kali dan beliau bersabda: "Ini adalah wudhu'ku dan wudhu'' para Nabi dari sebelumku, dan wudhu' kekasih Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu Ibrahim as". (HR. Ad Daru quthni dari hadits Abu Hurairah)
  39. Dan beliau SAW bersabda : "Barangsiapa ingat Allah ketika wudhu'nya maka Allah mensucikan seluruh tubuhnya. Dan barangsiapa tidak ingat kepada Allah maka tidak suci dari padanya kecuali apa yang terkena air". (HR. Daru quthni dari hadits Abu Hurairah)
  40. Dan belaiu SAW bersabda : "Barangsiapa berwudhu' atas suci maka Allah mencatat sepuluh kebaikan baginya". (HR.Abu Dawud , At Tirmidzi dan Ibnu Majah darri hadits Ibnu Umar )

Thursday, June 13, 2013

40 Sunnah Rasul yang keempat

  1. "Yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah akal. Dia berfirman kepadanya : "Menghadaplah !" Lalu ia menghadap. Lalu Dia berfirman kepadanya : "Membelakangilah !" ; maka ia membelakang. Kemudian Allah 'Azza Wa Jalla berfirman : "Demi Keperkasaan dan KebesaranKu, Aku tidak menciptakan makhluk yang lebih mulia atasKu dari padamu. Denganmu Aku menuntut , denganmu Aku memberi, denganmu Aku memberi pahala dan denganmu Aku menyiksa. (HR. Ath Thabrani dari hadits Abu Umamah, oleh Abu Na'im dari hadits Aisyah)
  2. "Bagaimanakah akal laki-laki itu?" Mereka menjawab : "Kami beritakan kepada engkau tentang kesungguhannya dalam beribadah dan bermacam-macam kebijakan, dan engkau bertanya kepada kami tentang akalnya". Maka beliau SAW bersabda : "Sesungguhnya orang yang dungu itu, dengan kebodohannya ia melakukan (dosa) lebih banyak dari pada kezaliman orang yang zalim. Yang meninggikan hamba di dalam derajat yang dekat kepada Tuhan mereka besok adalah atas kadar akal mereka". (HR.Ibnul Muhbir, At Tirmidzi dsan Al Hakim)
  3. "Seseorang tidaklah berusaha seperti keutamaan akalnya yang menunjukkan pemiliknya kepada petunjuk dan menolakkannya dari kehinaan. Dan iman seseorang tidak sempurna dan agamanya tidak lurus sehingga sempurna akalnya" . (HR. Ibnul Mahbar)
  4. "Sesungguhnya seseorang itu dengan kebaikan akhlaknya (budi perketinya) dapat menyusul orang yang berpuasa dan mendirikan (malamnya dengan ibadah). Dan kebaikan akhlak seseorang itu tizak sempurna sehingga sempurna akalnya. Ketika itu maka sempurnalah imannya, ia taat kepada Tuhannya dan mendurhakai musuhnya , Iblis" . (HR. Ibnul Mahbar)
  5. Bagi tiap-tiap sesuatu ada tiangnya sedangkan tiang orang yang beriman itu adalah akalnya . Maka menurut kadar akalnya ibadahnya itu ada. Tidaklah kamu mendengar perkataan orang-orang yang zalim di dalam neraka 'Seandainya kami mendengar atau kami berfikir niscaya kami tidak menjadi penghuni sa'ir (neraka) ". (HR. Ibnul Mahbar)
  6. "Saya bertanya kepada Jibril as "Apakah kemuliaan itu?" Lalu Jibril menjawab: "Akal". (HR. Ibnul Mahbar)
  7. "Wahai manusia,sesungguhnya tiap-tiap sesuatu ada kendaraannya, sedangkan kendaraan seseorang adalah akalnya. Orang yang paling baik petunjuknya dan paling mengenal hujjah adalah orang yang paling utama akalnya di antaramu". (HR. Inul Mahbar)
  8. "Adapun ini kamu tidak memiliki ilmu tentangnya ". Mereka bertanya: "Bagaimankah itu wahai Rasulullah?". Lalu beliau SAW bersabda : "Sesungguhnya mereka berperang menrut kadar akal mereka yang telah diberikan Allah kepada mereka. Maka kemenangan dan niat mereka itu atas kadar akal mereka, lalu terkenalah bencana dari mereka orang yang terkena bencana atas kedudukan yang bermacam-macam. Apabila hari Kiamat maka mereka diberi kedudukan menurut kadar niat dan akal mereka". (HR. Ibnul Mahbar)
  9. "Malaikat bersungguh-sungguh dan meereka bersungguh-sungguh dalam taat kepada Allah SWT dengan akal; dan orang-orang mu'min dari Bani Adam (manusia) bersungguh-sungguh menurut akal mereka. Orang yang paling beramal dari mereka adalah orang yang paling sempurna akal mereka". (HR. Ibnul Mahbar)
  10. "Saya berkata: "Wahai RAsulullah dengan apakah menusia mendapat keutamaan di dunia?" Beliau bersabda : "Dengan akal". Saya bertanya : "Dan di akhirat?". Beliau bersabda: "Dengan akal". Saya bertanya : "Tidakkah mereka dibalas dengan amal mereka?". Beliau bersabda: "Hai Aisyah apakah mereka beramal kecuali dengan kadar akal yang diberikan Allah 'Azza Wa Jalla kepada mereka; maka dengan kadar akal yang diberikan kepada mereka amal mereka itu ada, dan dengan kadar apa yang mereka amalkan mereka dibalas". (HR. Ibnul Mahbar, dan At Tirmidzi Al Hakim)
  11. "Setiap sesuatu itu mempunyai alat dan persiapan , dan sesungguhnya alat orang mu'min itu adalah akal. Setiap sesuatu itu mempunyai kendaraan dan kendaraan seseorang itu adalah akal. Setiap sesuatu itu mempunyai tiang, dan tiang agama adalah akal. Setiap kaum mempunyai puncak dan puncak hamba itu adalah akal. Setiap kaum mempunyai penyeru, dan penyeru orang-orang yang beribadah adalah akal. Setiap pedagang itu mempunyai barang dagangan dan barang dagangan orang-orang yang bersungguh-sungguh adalah akal. Setiap keluarga rumah itu ada penegak, dan penegak rumah orang-orang yang jujur (benar) adalah akal. Setiap kehancuran itu ada bangunan, dan bangunan akhirat adalah akal. Setiap seseorang itu mempunyai kesudahan yang bernasab kepadanya dan menyebut-nyebutnya, dan kesudahan orang-orang yang jujur (siddiqin) yang bernasab kepadanya dan menyebut-nyebutnya adalah akal. Dan setiap perjalanan itu mempunyai terminal, dan terminal orang-orang mu'min itu adalah akal". (HR. Ibnul Mahbar)
  12. "Sesungguhnya orang-orang mu'min yang paling dicintai oleh Allah 'Azza Wa Jalla adalah orang yang tegak dalam ketaatan kepada Allah 'Azza Wa Jalla, menasihati hamba-hambaNya, sempurna akalnya dan menasihati dirinya, maka ia dapat melihat dengan mata hatinya dan beramal dengannya pada masa hidupnya maka ia menang dan sukses". (HR. Ibnul Mahbar dari hadits Ibnu Umar)
  13. "Orang yang paling sempurna akalnya di antaramu adalah orang yang paling keras takutnya kepada Allah Ta'ala dan orang yang paling baik penalarannya di antaramu dalam apa yang diperintahkan kepadamu dan (meninggalkan) apa yang dilarang meskipun ia adalah orang yang paling sedikit amalan sunnatnya". (HR. Ibnul Mahbar dari hadits Abu Qatadah )
  14. "Allah 'Azza Wa Jalla tidaklah menciptakan makhluk yang lebih mulia dari pada akal". (HR. At Tirmidzi Al Hakim)
  15. "Apabila manusia mendekatkan diri (kepada Allah) dengan pintu-pintu kebajikan dan amal-amal yang saleh (baik) maka mendekatlah kamu dengan akalmu!". (HR. Abu Na'im dari hadits Ali)
  16. "Tambahlah akalmu maka kamu bertambah dekat kepada Tuhanmu !". Lalu ia bertanya : "Dengan ayah dan ibuku (tebusan engkau), bagaimanakah hal itu bagiku ?" Maka beliau bersabda : "Jauhilah hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta'ala dan tunaikanlah hal-hal yang difardhukan oleh Allah Ta'ala maka kamu menjadi orang-orang berakal. Dan beramallah kamu dengn amal-amal yang baik maka di dunia yang segera ini kamu bertambah tinggi dan mulia dan dikesudahan yang nanti (akhirat) kamu akan memperoleh kedekatan dan kemuliaan dari Tuhanmu 'Azza Wa Jalla karenanya !". (HR. Ibnul Mahbar dan At Tirmidzi Al Hakim)
  17. "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling pandai ?" Lalu beliau bersabda : "Orang yang berakal ". Mereka bertanya : "Siapakah orang yang paling utama?". Beliau bersabda : "Orang yang berakal". Mereka bertanya : "Bukankah orang yang berakal itu orang yang sempurna kepribadiannya, jelas kefasihannya, murah telapak tangannya (dermawan) dan besar kedudukannya ? . Beliau SAW bersabda : "Jika seluruhnya demikian, niscaya kesenangan dunia dan akhirat itu tidak bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang yang berakal adalah orang yang bertakwa meskipun ia di dunia hina dan rendah". (HR. Ibnul Mahbar)
  18. "Orang yang berakal hanyalah orang yang beriman kepada Allah, membenarkan para rasulNya dan beramal dengan taat kepadaNya". (HR. Ibnul Mahbar dri hadits Sa'id bin Musayyab)
  19. "SesungguhnyaRuhul Qudus (malaikat Jibril) meniupkan dalam hatiku 'Cintailah orang yang kamu cintai maka sesungguhnya kamu akan berpisah dari padanya, hiduplah sekehendakmu karena sesungguhnya kamu akan mati, dan beramallah sekehendakmu maka sesungguhnya kamu akan mendapat balasannya". (HR. Asy Syairazi dari hadits Sahl bin Sa'd, dan dari hadits Ali)
  20. "Wahai Tuhan kami, apakah Engkau menciptakan sesuatu yang besar dari pada 'arasy ?". Dia berfirman : "Ya, yaitu akal". Mereka bertanya : "Apakah yang tercapai dari ketinggiannya ?". Dia berfirman : "Jauhlah, ilmunya tidak dapat diliputi. Apakah kamu memiliki pengetahuan tentang jumlah pasir ?". Mereka menjawab : "Tidak". Allah 'Azza Wa Jalla berfirman : "Sesungguhnya Aku menciptakan akal beberapa macam yang berbeda-beda seperti bilangan pasir. Sebagian manusi ada yang diberi satu biji, sebagian mereka ada yang diberi dua biji, sebagian mereka ada yang diberi tiga biji dan empat biji. Dan sebagian dari mereka ada yang diberi satu takaran , sebagian mereka ada yang diberi satu wasaq (60 sha'= 150 kg) dan dari mereka ada yang diberi lebih banyak dari pada itu". (HR. Ibnul Mahbar dari hadits Anas dengan sempurna, dan riwayat At Tirmidzi At Hakim dengan ringkas)
  21. "Apabila mayit telah dikubur" atau beliau bersabda : "Salah seorang diantaramu (dikubur) maka ia didatangi oleh dua malaikat yang hitam kebiru-biruan. Salah satu diantara keduanya disebut dengan Mungkar dan salah satu lagi Nakir". Dan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari hadits Anas bahwasanya seorang hamba apabila diletakkan di dalam kuburnya dan teman-temannya berpaling daripadanya, dan ia mendengar derap (hentakan) sandal mereka maka datanglah kepadanya dua malaikat lalu keduanya mendudukkannya". "Sesungguhnya kamu disiksa di dalam kuburmu" (Al Hadits
  22. "Iman itu adalah kamu beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, dan kamu beriman kepada syurga dan neraka". (Al Hadits)
  23. "Dan ia beriman bahwa shirath (jembatan) itu benar yaitu jembatan yang memanjang di tebing jahanam, lebih tajam daripada pedang dan lebih kecil dari pada rambut. Tergelincirlah telapak kaki-telapak kaki orang-orang kafir di atasnya dengan hukum Allah Yang Maha Suci lalu mereka jatuh ke neraka. Dan telapak kaki- telapak kaki orang-orang mu'min itu teguh atasnya dengan karunia Allah lalu mereka disampaikan ke perkampungan menetap" (HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah)
  24. "Dan ia beriman adanya telaga yang didatangi yaitu telaga Muhammad SAW , dari padanya orang-orang mu'min itu minum sebelum masuk syurga dan setelah melewati shirath". (HR. Muslim dari Anas)
  25. "Lebarnya perjalanan satu bulan, airnay lebih putuh dari pada susu dan lebih manis dari pada madu. Di sekitarnya terdapat kendi yang jumlahnya seperti jumah bintang-bintang langit ". (HR. Abdullah bin 'Amr)
  26. "Padanya terdapat dua talang yang mengalirkan air dari Al Kautsar". (HR. Muslim dari hadits Tsauban)
  27. "Dan ia beriman kepada hisab (perhitungan amal) dan perbedaan manusia apdanya yaitu ada orang yang ditanyai (dipersoal jawabkan) dalam perhitungan itu, ada orang yang diberi toleransi padanya, dan ada orang yang masuk syurga tanpa hisab (perhitungan amal) yaitu orang-orang yang di dekatkan kepada Allah". (HR. Al Baihaqidari hadits Umar)
  28. "Lalu Allah bertanya kepada orang yang dikehendaki dari para Nabi tentang penyampaian kerisalahandan orang kafir yang dikehendakiNya tentang pendustaan terhadap para rasul". (HR. Al Bukhari dari hadits Abu Sa'id)
  29. "Dan Dia bertanya kepada orang-orang yang bid'ah (mengada-ada) dari Sunnah". (HR. Ibnu Majah dari hadits Aisyah)
  30. "Dan bertanya kepada kaum muslimin tentang amal-amal". (HR. Ash-habus Sunan dari hadits Abu Hurairah)
  31. "Dan ia beriman kepada keluarnya orang-orang yang mengesakan Allaah (bertauhid) dari neraka setelah disiksa sehingga di Jahannam itu tidak ada lagi orang yan g mentauhidkan Allah itu tidak kekal di dalam neraka". (HR. Al Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah)
  32. "Dan ia beriman kepada syafa'at para Nabi, kemudan para ulama' kemudian para syuhada' kemudian seluruh orang-orang mu'min menurut pangkat dan kedudukannya di sisi Allah Ta'ala. Barangsiapa yang masih tinggal dari kaum mu'minin sedangkan ia tidak mempunyai orang yang memberi syafa'at maka ia dikeluarkan (dari neraka) dengan karunia Allah 'Azza Wa Jalla. Maka tidak kekal di neraka orang mukmin tetapi keluar dari padanya orang yang di dalam hatinya terdapat sebutir atom dari iman". (HR. Ibnu Majah dari hadits Utsman bin Affan)
  33. "Dan ia beritikad terhadap keutamaan para para shahabat ra dan urutan mereka. Dan sesungguhnya seutama-utama manusia setelah Nabi SAW adalah Abu Bakar, Umar, Utsman kemudian Ali ra". (HR. Al Bukhari dari hadits Ibnu Umar)
  34. "Dan agar ia berprasangka baik kepada seluruh shahabat dan memuji mereka sebagaimana Allah 'Azza Wa Jalla dan RasulNya memuji mereka, semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada beliau dan mereka semuanya". (HR. At Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Mughaffal)
  35. "Binasalah orang-orang yang mendalami dan keterlaluan, binasalah orang-orang yang mendalami dan keterlaluan, binasalh orang-orang yang mendalami dan keterlaluan". (HR. Muslim dari hadits Ibnu Umar) ini ditujukan kepada ahli ilmu kalam. Ahmad ra berkata : "Ulama ilmu kalam itu adalah orang zindiq" 
  36. Nabi SAW bersabda : " Sesungguhnya Al Qur'an itu mempunyai zhahir, bathin, batas dan mathla' (permulaan)". (HR. Ibnu Hibbandari hadits Ibnu Mas'ud)
  37. Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya sebagian dari ilmu itu ada yang seperti sesuatu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh orang-orang yang mengetahui Allah Ta'ala ". (HR.Bukhari dan Muslim)
  38. Nabi SAW bersabda : "Abu Bakar tidak melebihi kamu dengan banyaknya puasa dan shalat tetapi dengan sirr (rahasia) yang teguh di dalam dadanya". (HR. Muslim dari hadits Aisyah). Sahl At Tastari ra berkata : "Orang 'alim itu mempunyai tiga ilmu yaitu : 
  • Ilmu zhahir yang diberikannya kepada orang-orang ahli lahir.
  • Ilmu bathin yang tidak mampu untuk dijelaskan kecuali untuk ahlinya.
  • Ilmu yang antara ia dan Allah Ta'ala yang tidak boleh ditampakkan kepada seorangpun.
39. "Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci itu mempunyai tujuh puluh dinding dari cahaya. Seandainya Dia membukanya niscaya Kemahasucian DzatNya membakar setiap siapa yang terkena pandanganNya". (HR. Ibnu Hibban dari hadits Abu Hurairah)
40. "Apakah tidak takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah merubah kepalanya dengan kepala keledai ?".(HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah)

Seluruhnya itu termasuk sesuatu yang datang hadits-hadits padanya, dan disaksikan oleh atsar. Maka barangsiapa yang yakin kepadanya maka ia termasuk ahlul haq (orang-orang yang benar) dan penyokong As Sunnah dan berlawanan dengan kelompok orang-orang yang sesat dan kelompok orang-orang yang melakukan bid'ah.
Maka kita pohonkan sempurnanya keyakinan dan keteguhan yang baik dalam agama, bagi kita dan seluruh kaum muslimin dengan rahmatNya, sesungguhnya Dia (allah) adalah Yang Paling Penyayang dari seluruh penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Muhammad dan seluruh hamba yang terpilih.

Sunday, June 3, 2012

40 sunnah rasul yang ketiga

  1. Barang siapa yang menyembunyikan ilmu yang bermanfaat maka ia datang pada hari Kiyamt dengan dikendali dengan kendali dari api neraka.(HR.Ibnu Majah)
  2. Seseorang itu tidak menjadi alim (pandai) sehingga ia mengamalkan ilmunya.( HR.Ibnu Hibban)
  3. Ilmu itu ada dua macam ilmu, yaitu ilmu lisan itulah hujjah Allah Taala atas makhlukNya, dan ilmu di dalam hati itulah ilmu yang bermanfaat.( HR.At Tirmidzi dan Ibnu Abdil Barr)
  4. Diakhir zaman akan ada orang-orang yang ahli ibadah namun bodoh-bodoh, dan ada ulama yang fasik.( HR.Hakim)
  5. Janganlah kamu belajar ilmu untuk berbangga kepada para ulama dengan ilmu itu, untuk berdebat dengan orang-orang yang bodoh, dan untuk memalingkan wajah manusia (menarik perhatian) kepadamu . Barang siapa yang melakukan hal itu maka ia dineraka.( HR.Ibnu Majah)
  6. Sesungguhnya saya lebih takut kepadamu selain Dajjal dari pada Dajjal .Lalu ditanyakan : Siapakah itu?. Maka beliau bersabda : Dari kalangan imam-imam (pemimpin yang menyesatkan) .( HR.Ahmad)
  7. Barang siapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah petunjuknya maka ia tidak bertambah kepada Allah kecuali jauhnya.( HR.Abu Manshur Ad Dailani)
  8. Barang siapa yang menuntut ilmu dari apa yang untuk mencari keridhaan Allah Ta'ala itu untuk mencari harta benda dunia maka ia tidak mendapatkan bau syurga pada hari Kiyamat.( HR.Abu Dawud dn Ibnu Majah)
  9. Rasul bersabda : Allah Azza Wa Jalla mewahyukan kepada sebahagian para Nabi. Katakanlah kepada orang-orang yang mendalami ilmu ilmu agama bukan karena agama , mempelajari ilmu bukan untuk diamalkan, dan menuntut dunia dengan amal akhirat adalah mengenakan kulit kibassy (domba) sedangkan hati mereka seperti hati serigala, lidah mereka lebih manis dari pada madu sedangkan hati mereka lebih pahit dari pada beratawali (semacam tumbuh tumbuhan yang pahit sekali rasanya). Mereka menipu dan menertawakan Aku, niscaya Aku sediakan fitnah bagi mereka yang meninggalkan kebingungan bagi orang yang penyantun .( HR.Ibnu Abdill Barr)
  10. Ulama umat ini ada dua orang , yaitu seseorang yang dikarunia ilmu oleh Allah lalu ia memberikannya kepada manusia dan ia tidak mengambil ketamakan (kelobaan) atasnya, dan ia tidak membeli (menukar) harga dengannya. Itulah orang yang dimohonkan rahmat oleh burung di udara , ikan di air, binatang bumi dan para malaikat yang mulia yang mencatat . Pada hari Kiyamat ia diajukan kepada Allah sebagai orang yang mulia sehingga ia menemani para Rasul.Dan seseorang yang di beri ilmu oleh Allah di dunia lalu ia kikir terhadap para hamba Allah, dan ia mengambil atasnya dengan kelobaan dan ia membeli (menukar) harga dengannya . Orang itu pada hari Kiyamat akan dikenakan kendali dari api. Seorang penyeru menyeru di atas makhluk : Ini Fulan bin Fulan di dunia di beri ilmu oleh Allah lalu ia kikir atas para hambaNya , ia mengambilnya dengan kelobaan dan ia membeli (menukar) harga dengannya , maka ia disiksa sehingga selesai perhitungan (amal) manusia .( HR.Ath Thabrani)
  11. Sebagian dari fitnah orang alim adalah berkata itu lebih disukai dari pada mendengarkan .( HR.Abu Naim dan Ibnul Jauzi )
  12. Janganlah kamu duduk di sisi orang alim kecuali orang alim yang mengajakmu dari lima macam kepada lima macam , yaitu dari keraguan kepada keyakinan, dari riya kepada ikhlas, dari gemar [kepada dunia] kepada zuhud, dari kesombongan kepada merendahkan diri, dan dari permusuhan kepada nasihat.( HR.Abu Na im dan Ibnul Jauzi)
  13. Pada malam saya diperjalankan di malam hari , saya melewati suatu kaum yang bibirnya digunting dengan gunting dari api . Lalu saya bertanya : Siapakah km sekalian ? Mereka menjawab : Kami adalah dahulu memerintahkan kebaikan namun kami tidak melaksankannya, dan kami melarang kemungkinan namun kami melakukannya .( HR.Ibnu Hibban)
  14. Umatku yang binasa dl orang alim yang zhalim dan orang ahli ibadah yang bodoh, seburuk buruk orang-orang yang buruk adalah ulama yang buruk , sedangkan sebaik baik orang-orang pilihan adalah ulama pilihan.( HR.Ad Darimi)
  15. Belajarlah apa yang kamu kehendaki, Allah tidak akan memberi pahala kepadamu sehingga kamu mengamalkan . ( HR.Ibnu Abdil Barr dan Ad Dailami)
  16. Para hakim itu ada tiga macam, yaitu : hakim yang memutuskan dengan kebenaran dan ia mengetahui maka ia di syurga. Hakim yang memutuskan dengan kezhaliman padahal ia mengetahui atau tidak mengetahui maka ia di neraka. Dan hakim yang memutuskan dengan selain apa yang diperintahkan oleh Allah maka ia di neraka.( HR.Ash habus Sunan)
  17. Sebagian dari yang saya takutkan atas ummatku adalah tergelincirnya orang alim dan perdebatan orang munafik mengenai Al Qur’an .( HR.Ath Thabrani)
  18. Ajarkanlah kepadaku dari ilmu yang ganjil ganjil. Beliau bersabda : Apakah yang kamu lakukan terhadap ilmu yang pokok? Ia berkata: Apakah ilmu pokok itu? Beliau SAW bersabda : Apakah kamu mengetahui Tuhan Yang Maha Tinggi? Ia menjawab : Ya . Beliau bersabda : Apakah yang kamu lakukan terhadap hak Nya? Ia menjawab : Sesuatu yang dikehendaki Allah.Maka beliau SAW bersabda : Apakah kamu mengetahui mati? Ia menjawab : Ya.Beliau bersabda : Apakah yang kamu siapkan untuknya ? Ia berkata : Sesuatu yang dikehendaki oleh Allah. Beliau SAW bersabda : ‘Pergilah kokohkanlah apa yang ada di sana kemudian kemarilah, kami ajarkan ilmu yang ganjil-ganjil! .( HR.Ibnus Sinni, Abu Nu aim dan Ibnu Abdil Barr)
  19. Barang siapa mengikuti binatang buruan maka ia lupa dan barang siapa datang kepada sultan maka ia menjatuhkan diri dalam fitnah.( HR.Abu Dawud dan At Tirmidzi)
  20. Akan ada padamu para penguasa yang kamu mengenal mereka dan kamu mengingkarinya. Barang siapa mengingkari maka ia tgerlepas. Dan barang siapa membenci maka ia selamat. Tetapi orang yang ridha dan mengikuti maka ia dijauhkan oleh Allah Ta ala. Ditanyakan: Apakah kami tidak memeranginya? Beliau SAW bersabda : Tidak selama mereka shalat .( HR.Muslim)
  21. Para ulama itu adalah para pemegang amanat utusan Allah (rasul) kepada para hamba Allah Ta ala selama mereka tidak bergaul dengan para sultan. Apabila mereka berbuat demikian maka mereka telah berkhianat kepada para rasul maka berhati hatilah terhadap mereka dan memisahkan dirilah dari mereka( HR.Al Uqaili)
  22. Seburuk buruk ulama adalah orang-orang yang datang kepada amir amir, sedangkan sebaik baik amir adalah orang-orang yang datang kepada para ulama.( HR.Ibnu Majah)
  23. Ilmu itu ada tiga, yaitu kitab yang berbunyi, sunnah yang ada, dan saya tidak tahu.( HR.Al Khatib, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
  24. Saya tidak tahu, sehingga Jibril as. turun kepadanya Jibril menjawabnya sampai ia diberitahu oleh Allah Azza Wa Jalla bahwa sebaik baik tanah adalah masjid dan seburuk buruknya adalah pasar .( HR.Ahmad, Abu Ya la,Al Bazzar dan Hakim)
  25. Setiap perkataan anak Adam itu memadharatkannya, tidak menguntungkannya kecuali tiga macam yaitu amar ma ruf nahi mungkar dan dzikir kepada Allah Ta ala .( HR.At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  26. Apabila kamu melihat seseorang telah diberi diam dan zuhud maka dekatlah kamu kepadanya, karena ia mengajarkan hikmah.( HR.Ibnu Mahah)
  27. Barang siapa yang mengamalkan apa yang ia ketahui maka Allah memberinya ilmu apa yang tidak ia ketahui.( HR.Abu Na im)
  28. Keyakinan adalah iman seluruhnya.( HR.Al Baihaqi)
  29. Belajarlah keyakinan.(HR.Abu Na im)
  30. Tidak ada anak Adam kecuali ia mempunyai dosa. Tetapi orang yang nalurinya itu akal dan sifatnya yakin maka dosa dosanya itu tidak membahayakannya karena ia setiap kali berdosa maka ia bertaubat, mohon ampunan dan menyesal maka dosa dosanya terhapus, dan tinggal keutamaannya, yang dengannya ia masuk syurga.( HR.At Turmudzi Al Hakim)
  31. Sesungguhnya termasuk pilihan ummatku adalah kaum yang tertawa keras karena lapangnya rahmat Allah dan mereka menangis dengan rahasia karena takut kepada siksa Allah. Badan mereka di bumi, hati mereka di langit, ruh mereka di dunia, akal mereka di akhirat, mereka berjalan dengan tenang dan mereka mendekatkan diri [kepada Allah] dengan wasilah [perantaraan yaitu jalan kebaikan].( HR.Al Hakim dan Al Baihaqi)
  32. Saya mengetahui keburukan bukan untuk keburukan tetapi untuk memeliharanya, Barang siapa yang tidak mengetahui keburukan dari manusia maka ia terperosok padanya .( HR.Al Hakim dan A Baihaqi)
  33. Tidak ada seseorangpun melainkan diambil dan ditinggalkan dari ilmunya kecuali Rasulullah SAW. ( HR.Ath Thabrani)
  34. Hanya dua hal yaitu perkataan dan petunjuk. Sebaik-baik perkataan adalah firman Allah Ta ala dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah SAW. Ketahuilah, takutlah kamu terhadap hal-hal yang diada-adakan, karena seburuk urusan/hal adalah yang diada-adakan. Sesungguhnya setiap hal yang diada-adakan itu bid’ah itu sesat. Ketahuilah, janganlah kamu memperpanjnag tujuan [dunia] maka akan menyebabkan hatimu keras. Ketahuilah setiap apa yang akan datang itu adalah dekat. Ketahuilah bahwa yang jauh adalah sesuatu yang tidak datang.( HR.Ibnu Majah)
  35. Kebaikanlah bagi orang yang disibukkkan oleh cacatnya [sendiri] dari [sibuk membicarakan ] cact-cacat orang lain, ia membelajakan sebagian serta yang diusahakannya tanpa maksiat, ia bergul dengan ahli fiqh dan hikmah, dan menjauhi orang-orang yang tergelincir dan maksiat. Kebaikanlah bagi orang yang merendahkan diri, baik perilakunya, baik rahasianya, dan keburukannya menghindar dari manusia. Kebaikanlah bagi orang yang mengamalkan ilmunya, ia membelanjakan kelebihan hartanya, ia menahan kelebihan perkataannya, ia merasa dilapangkan oleh Sunnah dan ia tidak mengembalikannya kepada bid’ah .( HR.Abu Na im)
  36. Sesungguhnya Rasulullah SAW. selalu bertelekan atas busur atau tongkat pada khuthbah id [hari raya], tidak atas mimbar.( HR.Ath Thabrani)
  37. Barang siapa mengicuh ummatku maka atasnya laknat [kutukan] Allah, malaikat dan manusia seluruhnya.Ditanyakan : Wahai Rasulullah, apakah kicuhan terhadap ummat engkau? Beliau bersabda : Ia mengada-adakan bid ah, di mana ia membawa manusia atasnya.( HR.Ad Daruquthni)
  38. Wajib padamu jalan/pada pertegahan yang mana bagian atas kembali kepadanya dan bagian berikutnya naik kepadanya .( HR.Abu Ubaid)
  39. Pembesar [pemimpin] pada kaumnya adalah seperti Nabi pada umatnya.(HR.Ibnu Hibban)
  40. Wahai manusia, pikirkanlah tentang Tuhanmu, dan saling berwasiatlah kamu dengan akal maka kamu akan mengetahui sesuatu yang diperintahkan kepadamu dan apa yang kamu dilarang daripadanya . Dan ketahuilah bahwasanya akal itu menolong kamu di sisi Tuhanmu, Dan ketahuilah bahwa orang yang berakal adalah orang yang taat kepada Allah meskipun kamu hina dalam pandangan, rendah derajat, rendah kedudukan, elok tampang, dan fasih dalam berbicara. Kera dan babi itu lebih berakal di sisi Allah Ta ala dari pada orang tertipu dengan penghormatan penghuni dunia kepadamu karena sesungguhnya mereka termasuk golongan orang-orang yang merugi.( HR.Dawud bin Muhbir)

Friday, April 6, 2012

40 Sunnah Rasul yang kedua

  1. “ Sebaik-baik pemberian dan sebaik-baik hadiah adalah kata-kata hikmah yang kamu dengar kemudian kamu lipat (kamu simpan)kemudian kamu bawa kepada saudaramu yang muslim, yaitu kamu ajarkan kata-kata itu kepadanya , itu membandingi ibadah satu tahun .
    ( HR.Ath Thabrani)
  2. ” Dunia itu terkutuk , terkutuk (pula) apa yang ada padanya kecuali ingat kepada Allah dan apa yang mengiringinya atau orang yang mengajar atau orang yang belajar .
    (HR.At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  3. ” Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci, malaikatNya dan penghuni langit dan bumiNya sehingga semut di dalam liangnya dan ikan di lautan itu memohonkan rahmat (selain Allah, sedangkan Allah memberikan rahmat) kepada orang yang mengajarkan kebikan kepada manusia .
    ( HR.At Tirmidzi dan Abu Umamah)
  4. ” Tidaklah seorang muslim memberi faidah (kemanfaatan ) kepada saudaranya lebih utama dari pada pembicaraan yang baik yang sampai kepadanya lalu ia menyampaikannya.
    (HR.Abdill Barr)
  5. ” Kata baik yang didengar oleh orang mukmin lalu diajarkannya dan diamalkannya adalah lebih baginya dari pada ibadah setahun.
    ( HR.Ibnul Mubarak)
  6. ” Adapun mereka adalah memohon kepada Allah maka jika Dia menghendaki maka Dia memberi mereka dan jika dia menghendaki maka Dia mencegah mereka . Adapun mereka (majlis kedua) maka mereka mengajar manusia di mana aku diutus itu sebagai guru kemudian beliau beralih ke majlis itu dan duduk bersama mereka .
    ( HR.Ibnu Majah)
  7. ” Orang yang menunjukkan atas kebaikan itu adalah seperti orang yang mengerjakannya.
    ( HR.At Tirmidzi)
  8. ” Semoga rahmat Allah atas para khalifahku
    Ditanyakan : Siapakah para khalifahmu ?.
    Beliau bersabda : Yaitu orang-orang yang menghidupkan sunnahku dan mengajarkannya kepada para hamba Allah .
    ( HR.Al Hasan )
  9. ” Tiga hal yang membinasakan , yaitu : kikir yang ditaati ,keinginan (hawa) yang diikuti, dan kekaguman seseorang terhadap dirinya.
    ( HR.Al Bazzar, Ath Thabrani, Abu Naim dan Al Baihaqi)
  10. ” Tidaklah manusia memberi fatwa kecuali tiga, yaitu : amir (orang yang memerintah ), makmur (orang yang diperintah), atau mutakallaf (orang yang diberi tugas).
    ( HR.Ibnu Majah)
  11. ” Tinggalkan sesuatu yang meragukan kamu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.
    ( HR.At Tirmidzi)
  12. ” Dosa adalah penyakit hati.
    ( HR.Al Baihaqi dan Ibnu Mas ud)
  13. ” Seseorang itu tidak termasuk golongan orang-orang yang bertakwa sehingga ia meninggalkan sesuatu yang tidak mengapa karena takut terhadap sesuatu yang membahayakan.
    ( HR.At Tirmidzi)
  14. ” Mintalah fatwa kepada hatimu meskipun mereka (orang-orang ) telah memberi fatwa kepadamu , meskipun mereka telah memberi fatwa kepadamu.
    ( HR.Ahmad)
  15. ” Sesungguhnya sebagian dari ilmu itu seperti keadaan sesuatu yang tersembunyi yang tidak diketahui kecuali oleh ahli marifah kepada Allah Taala. Apabila mereka mengucapkannya maka tidak bodoh padanya kecuali orang-orang yang tertipu terhadap Allah Taala maka janganlah kamu menghina orang alim yang diberi ilmu oleh Allah Taala karena Allah Azza Wa Jalla tidak menghinanya ketika Dia memberinya dengan ilmu itu .
    ( HR.Abu Abdir Rahman As Salmi)
  16. ” Bagaimana ia berbuat apabila datang kepada kami urusan yang tidak kami jumpai dalam kitab ( Al Quran) dan As Sunnah?
    Lalu beliau bersabda : Bertanyalah kepada orang-orang sholeh dan jadikanlah urusan itu sebagai bahan musyawarah dengan mereka.
    ( HR.Ath Thabrani)
  17. ” Perbedaan (pendapat) ummatku itu adalah rahmat.
    ( HR.Al Baihaqi)
  18. ” Apabila disebutkan takdir maka tahanlah, apabila disebutkan bintang-bintang maka tahanlah, dan apabila disebutkan shahabat-shahabatku maka tahanlah ! .
    ( HR.Ath Thabrani)
  19. ” Saya takut atas ummatku setelahku terhadap tiga segi, yaitu kezaliman para imam, percaya kepada bintang-bintang dan mendustakan takdir.
    ( HR.Ibnu Abdill Barr)
  20. ” Kami berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak berguna .
    ( HR.Ibnu Abdill Barr)
  21. ” Sesungguhnya sebagian dari ilmu adalah kebodohan, dan sebagian dari perkataan adalah tidak jelas.
    ( HR.Abu Dawud)
  22. ” Maukah saya beritakan kepadamu tentang faqih sebenar-benar faqih?
    Mereka menjawab : Ya.
    Beliau bersabda : Orang yang tidak putus asa dari rahmat Allah, ia merasa tidak aman dari tipu daya Allah, ia tidak putus asa dari kelapangan Allah, dan tidak meninggalkan Al Quran karena benci kepadanya dan menuju kepada selainnya .
    ( HR.Abu Bakr bin Laal)
  23. ” Sungguh saya duduk bersama suatu kaum yang mengingat (berdzikir) kepada Allah Ta ala dari pagi sampai terbitnya matahari adalah lebih saya sukai dari pada saya memerdekakan empat orang hamba.
    ( HR.Abu Dawud)
  24. ” Apabila kamu melewati taman-taman syurga maka makan dan minumlah dengan puas !
    Ditanyakan : Apakah taman-taman syurga itu ? Beliau bersabda : Majlis-majlis dzikir .
    ( HR.At Tirmidzi)
  25. ” Berkatalah kepada manusia dengan apa yang mereka ketahui dan tinggalkanlah apa yang mereka ingkari . Apakah kamu menginginkan bahwa Allah dan Rasulnya itu didustakan ?.
    ( HR.Al Bukhari)
  26. ” Barang siapa yang menfsirkan Al Quran dengan pendapatnya maka hendaklah ia menyediakan tempat duduknya di neraka.
    ( HR.At tirmidzi)
  27. ” Islam itu muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana Islam itu muncul. Maka kebaikanlah bagi orang-orang yang asing .
    Lalu ditanyakan : Siapakah orang-orang yang asing itu ?
    Beliau bersabda : Yaitu orang-orang yang memperbaiki apa yang dirusakkan oleh manusia dari sunnahku (sunnahku yang dirusak oleh manusia ) , dan orang-orang yang menghidupkan sunnahku yang dimatikan oleh mereka .
    (HR.Muslim)
  28. ” Tidaklah sesat suatu kaum setelah petunjuk ada pada mereka kecuali orang-orang yang melakukan perdebatan.
    ( HR.At Tirmidzi)
  29. ” Ditanyakan wahai Rasulullah, kapankah amar maruf nahi mungkar itu ditinggalkan?
    Maka beliau AS bersabda : Apabila muncul berminyak muka pada orang-orang pilihanmu , kekejian pada orang-orang burukmu, raja beralih pada orang-orang kecilmu, dan fiqh pada orang-orang rendahmu.
    ( HR.Ibnu Majah)
  30. ” Dengki itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.
    ( HR.Abu Dawud)
  31. ” Barang siapa yang sombong maka Allah merendahkannya, dan barang siapa yang merendahkan diri karena Allah maka Allah meninggikanya.
    ( HR.Al Khathib)
  32. ” Kebesaran itu kainKu dan sombong itu selendangKu. Barang siapa yang bertengkar terhadapKu pada keduanya maka Aku menghancurkannya .
    ( HR.Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
  33. ” Orang mukmin itu dilarang dari menghinakan dirinya.
    ( HR.At Tirmidzi)
  34. ” Apabila manusia belajar ilmu dan meninggalkan amal , mereka saling menyinta dengan lidah, saling membenci dengan hati dan saling memutuskan dalam persaudaraan maka Allah mengutuk mereka ketika itu, lalu Dia menulikan mereka dan membutakan pandangan mereka
    ( HR.Ath Thabrani)
  35. ” Barang siapa yang meninggalkan perdebatan pada hal ia batal maka Allah membenagun rumah untuknya di sekeliling syurga. Dan barang siapa yang meninggalkan perdebatan pada hal ia benar maka Allah membangun rumah untuknya di atas syurga.
    ( HR.At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  36. ” Sesungguhnya Allah menguatkan agama ini dengan kaum yang tidak mendapat bagian (pahala).
    ( HR.An Nasa i)
  37. ” Orang yang merobek kehormatan manusia dikumpulkan sebagai anjing yang membahayakan , orang yang rakus kepada harta benda mereka sebagai serigala yang ganas, orang yang sombong dalam bentuk harimau, dan penuntut kepemimpinan dalam bentuk singa.
    ( HR.Ats Tsa labi)
  38. ” Bukan dari akhlak mukmin itu merendahkan/menghinakan diri kecuali dalam mencari ilmu .
    ( HR.Ibnu Adi)
  39. ” Orang yang miskin (hina) ini tidak mengetahui bawa laut dengan kekuatannya merubah najis menjadi air maka air najis itu dengan kekuatannya berubah berubah kepada sifatnya (laut) , sedangkan najis yang sedikit itu mengalahkan kendi kecil dan merubahnya (air)kendi kepada sifatnya (najis). Dan oleh karena ini pula maka dibolehkan bagi Nabi SAW sesuatu yang tidak diperbolehkan bagi orang lain sehingga beliau diperbolehkan mempunyai sembilan orang isteri, karena beliau mempunyai kekuatan yang daripadanya timbullah sifat adil kepada para isterinya meskipun para isteri itu banyak.
    Adapun orang lain maka ia tidak mampuatas sebagian keadilan bahkan ia melampaui batas terhadap apa yang ada diantara para madu itu sehingga membawa kepada kemaksiatan kepada Allah Taala dalam rangka ia mencari keridhaan para isterinya itu Maka tidaklah beruntung orang yang mengiyaskan (mengukur) malaikat dengan tukang-tukang besi.
    ( HR.Bukhari dan Muslim)
  40. ” Beliau bersabda : Sesungguhnya saya bagimu adalah seperti orang tua kepada anaknya .
    ( HR.Abu Dawud, An Nasai, Ibnu Majah dan Ibnu Hibbah)

================================================

Sumber dan referensi diambil dari kitab Ihya' Ulumiddin

Sunday, March 18, 2012

40 Sunnah Rasul yang pertama

  1. " Orang yang paling berat siksaannya pada hari Kiyamat adalah orang alim yang mana Allah Yang Maha Suci tidak memberi manfaat dengan ilmunya.( HR.Ash Shagir dan Al Baihaqi)
  2. " Menuntut ilmu itu fardhu atas setiap muslim.(HR.Ibnu Majah)
  3. " Ulama itu adalah para pewaris para Nabi.( HR.Abu Dawud)
  4. " Sesungguhnya hikmah (ilmu) itu menambah orang yang mulia akan kemuliaan dan mengangkat hamba sahaya sehingga ia mencapai capaian raja-raja.(HR.Abu Na’im)
  5. "Dua pekerti tidak terdapat di dalam orang munafik, yaitu perilaku yang baik dan pandai dalam agama.( HR.At Tirmidzi)
  6. "Seutama-utama manusia adalah orang mukmin yang alim (pandai) yang jika ia dibutuhkan maka ia mencukupkan dirinya.( HR.Al Baihaq)
  7. "Iman itu telanjang, pakaiannya adalah takwa, perhiasannya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu.( HR.Al Hakim)
  8. "Orang yang paling dekat dari derajat kenabian adalah ahli ilmu dan jihad (perjuangan). Adapun ahli ilmu maka mereka menunjukkan manusia atas apa yang dibawa para rasul, sedangkan ahli jihad maka mereka berjuang dengan pedang (senjata) mereka atas apa yang dibawa oleh para rasul.
    ( HR.Abu Naim)
  9. "Sungguh matinya satu kabilah itu lebih ringan dari pada matinya seorang alim.
    ( HR.Ath Thabrani)
  10. "Pada hari Kiyamat tinta ulama itu ditimbang dengan darah orang-orang yang mati syahid.
    ( HR.Ibnu Abdil Barr)
  11. "Barang siapa yang memelihara empat puluh buah hadits dari As Sunnah atas ummatku sehingga ia menunaikannya kepada mereka maka aku akan menjadi pemberi syafa’at kepadanya dan saksinya pada hari Kiyamat.
    ( HR.Ibnu Abdil Barr)
  12. "Barang siapa dari ummatku menghafal empat puluh buah hadits maka ia bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla pada hari Kiyamat sebagai seorang faqih yang alim.
    ( HR.Ibnu Abdill Barr)
  13. "Barang siapa memahami tentang agama Allah Azza Wa Jalla maka Allah Ta ala mencukupinya akan sesuatu yang menjadi kepentingannya dan Dia memberinya rizki dari sekiranya ia tidak memperhitungkannya.
    ( HR.Al Khathib)
  14. "Orang pandai adalah kepercayaan Allah Yang Maha Suci di atas bumi.
    ( HR.Ibnu Abdil Barr)
  15. "Dua golongan dari ummatku apabila mereka baik maka manusia baik, dan apabila mereka rusak maka manusia rusak, yaitu para pemegang pemerintahan dan para ahli fiqh.
    ( HR.Ibnu Abdill Barr dan Abu Naim)
  16. "Apabila datang hari kepadaku padanya saya tidak bertambah ilmu yang mendekatkan saya kepada Allah Azza Wa Jalla maka saya tidak mendapat berkah pada terbitnya matahari hari itu.
    ( HR.Ath Thabrani)
  17. "Keutamaan orang alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari shahabatku .
    ( HR.At Tirmidzi)
  18. "Kelebihan orang alim atas orang ahli ibadah adalah seperti kelebihan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang.
    ( HR.Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasa I, dan Ibnu Hibban)
  19. "Pada hari Kiyamat tiga macam orang memberi syafaat yaitu : para Nabi, para ulama kemudian orang-orang yang mati syahid.
    ( HR.Ibnu Majah)
  20. "Tidaklah Allah Ta ala disembah dengan sesuatu yang lebih utama daripada pemahaman terhadap agama. Sungguh seorang faqih itu lebih berat atas syaithan dari pada seribu orang ahli ibadah. Setiap sesuatu itu mempunyai tiang, dan tiang agama ini adalah fiqh.
    ( HR.Ath Thabrani)
  21. "Sebaik-baik agamamu adalah yang termudahnya, dan sebaik-baik ibadah adalah fiqh (pemahaman).
    ( HR.Ibnu Abdil Barr)
  22. "Keutamaan mukmin yang alim atas mukmin yang ahli ibadah adalah dengan tujuh puluh derajat.
    ( HR.Ibnu Adi)
  23. "Sesungguhnya kamu menjadi dalam masa yang banyak ahli fiqhnya, sedikit qurra(ahli baca Al Quran) nya dan ahli pidatonya, sedikit orang yang meminta-minta dan banyak orang yang memberinya. Amal padanya adalah lebih baik dari pada ilmu. Dan akan datang kepada manusia masa yang sedikit ahli fiqhnya, banyak jru pidatonya, sedikit orang yang memberinya, banyak orang yang meminta-minta. Ilmu pada lebih baik dari pada amal.
    ( HR.Ath Thabrani)
  24. "Antara orang yang alim dan orang yang beribadah adalah seratus derajat, antara setiap dua derajat itu ditempuh kuda pacuan yang dilatih selama tujuh puluh tahun.
    ( HR.Al Ashfihani)
  25. "Ditanyakan : Wahai Rasulullah, amal-amal apakah yang lebih utama?.
    Beliau bersabda : Ilmu tentang Allah Azza Wa Jalla
    Lalu ditanyakan : Ilmu apakah yang Engkau kehendaki?.
    Beliau SAW bersabda: Ilmu tentang Allah Azza Wa Jalla.
    Lalu dikatakan kepadanya : Kami bertanya mengenai amal sedangkan engkau menjawab mengenai ilmu.
    Maka beliau SAW bersabda :Sesungguhnya amal sedikit disertai ilmu (mengetahui) tentang Allah itu berguna dan banyaknya amal serta bodoh mengenai Allah itu tidak berguna.
    ( HR.Ibnu Abdil Barr)
  26. "Allah Yang Maha Suci pada hari Kiyamat membangkitkan hamba-hamba kemudian Dia membangkitkan ulama kemudian Dia berfirman : Wahai golongan ulama, sesungguhnya Aku tidak meletakkan ilmuKu padamu kecuali karena Aku mengetahui tentang kamu, dan Aku letakkan ilmuKu padamu agar Aku tidak menyisakmu, pergilah karena Aku telah memberi ampunan kepadamu.
    ( HR.Ath Thabrani)
  27. "Barang siapa menempuh jalan yang padanya ia menuntut ilmu maka Allah menempuhkannya jalan ke syurga.
    (HR.Bukhari-Muslim)
  28. "Sesungguhnya malaikat itu membentangkan sayapnya bagi orang yang menuntut ilmu karena ridha kepada apa yang ia lakukan.
    ( HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim)
  29. "Sungguh kamu pergi lalu kamu belajar satu bab dari ilmu itu lebih baik dari pada kamu shalat seratus rekaat.
    ( HR.Ibnu Abdil Barr)
  30. "Satu bab dari ilmu yang dipelajari oleh seseorang adalah lebih baik baginya dari pada dunia dan apa yang ada padanya.
    ( HR.Ibnu Hibban)
  31. "Tuntutlah ilmu walau di Cina.
    ( HR.Ibnu Adi)
  32. "Ilmu itu gudang, kuncinya adalah bertanya. Ketahuilah maka bertanyalah. Sungguh padanya diberi pahala empat orang, yaitu : penanya, orang yang berilmu, pendengar dan orang yang senang kepada mereka.
    ( HR.Ath Thabrani, Ibnu Mardawaih, Ibnus Sunni dan Abu Naim)
  33. "Tidak seyogya bagi orang bodoh diam atas kebodohannya, dan tidak seyogya atas orang yang berilmu untuk diam atas ilmunya.
    ( HR.Ath Thabrani, Ibnu Mardawaih, Ibnus Sunni dan Abu Naim)
  34. "Menghadiri majlis orang alim itu adalah lebih utama dari pada shalat seribu rekaat, menjenguk seribu orang sakit dan menghadiri seribu janazah.
    Lalu ditanyakan : Wahai Rasulullah dan dari membaca Al Quran?
    Lalu beliau SAW bersabda : Apakah Al Quran itu bermanfaat kecuali dengan ilmu?
    ( HR.Ibnul Jauzi)
  35. "Barang siapa didatangi kematian di mana ia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam maka antara ia dan para Nabi di syurga adalah satu derajat/tingkatan.
    ( HR.Ad Darimi)
  36. "Allah tidaklah memberi ilmu kepada seorang ‘alim melainkan Allah mengambil janji atasnya seperti apa yang diambilNya dari para Nabi, yaitu agar mereka menerangkannya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.
    ( HR.Abu Naim)
  37. "Sungguh Allah memberi petunjuk kepada seseorang karena ilmu adalah lebih baik dari pada dunia dan apa yang ada padanya.
    ( HR.Ahmad)
  38. "Barang siapa yang belajar satu bab dari ilmu untuk diajarkan kepada manusia maka ia diberi pahala tujuh puluh orang shiddiq (orang yang membenarkan Nabi.
    ( HR.Abu Mansur Ad Dailami)
  39. "Apabila datang hari Kiyamat maka Allah Yang Maha Suci berfirman kepada orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang berjuang ‘Masuklah ke syurga!.
    Lalu para ulama berkata: Berkat kelebihan ilmu kami mereka beribadah dan berjuang.
    Lalu Allah Azza Wa Jalla berfirman : Kamu sekalian disisiKu seperti sebahagian malaikatku, mensyafaatilah maka syafaatmu akan diterima!
    Maka merekapun memberi syafaat kemudian mereka masuk syurga.
    ( HR.Abul Abbas Adz Dzahabi)
  40. "Barang siapa yang mengetahui suatu ilmu lalu ia menyembunyikannya maka pada hari Kiyamat Allah mengenakan kendali kepadanya dengan kendali dari api.
    ( HR.Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

========================================

Sumber dan referensi diambil dari kitab Ihya' Ulumiddin